Wednesday, October 14, 2015

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN



NAMA                        : ZALIA ANISSA DIWANTY
NPM                           : 28212008
KELAS                       : 4EB22
MATA KULIAH       : ETIKA PROFESI AKUNTANSI ( SOFTSKILL )

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN

1.     PENGERTIAN ETIKA
Dalam kehidupan sehari – hari etika lebih dikenal dengan istilah sikap atau perilaku. Pengertian etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” berarti adat istiadat atau kebiasaan. hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai – nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik, dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lainnya.
Etika adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.
Menurut Magnis Suseno, ( 1987 ) Etika adalah sebuah ilmu dan bukan ajaran, yang menurutnya adalah etika dalam pengertian kedua. Sebagai ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam kedua ini mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu harus dilaksanakan dalam situasi konkret tertentu yang dihadapi seseorang.
Dalam buku Amir Abadi Jusuf ( 1997 ) Etika secara umum didefinisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai.

2.      PRINSIP – PRINSIP ETIKA

1)      Tanggung jawab
Dalam melaksanakan tanggungjawabnya sebagai profesional, akuntan harus mewujudkan kepekaaan profesional dan pertimbangan moral dalam semua aktivitas mereka.
2)      Kepentingan masyarakat
Akuntan harus menerima kewajiban untuk melakukan tindakan yang mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat, dan menunjukkan komitmen pada profesionalisme.
3)      Integritas
Untuk mempertahankan dan memperluas kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab profesional dengan integritas tertinggi.
4)      Objektivitas dan Independensi
Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesional. Akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik harus bersikap independen dalam kenyataan dan penampilan pada waktu melaksanakan audit dan jasa atestasi lainnya.
5)      Keseksamaan
Akuntan harus mematuhi standar teknis dan eika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab profesional dengan kemampuan terbaik.
6)      Lingkup dan Sifat Jasa
Dalam menjalankan praktik sebagai akuntan publik, akuntan harus mematuhi prinsip – prinsip perilaku profesional dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan diberikan.

3.      BASIS TEORI ETIKA
Pada dasarnya teori etika ini terbagi atas dua macam, yaitu :
1)      Teori Deontologi
Teori Deontologi berasal dari bahasa Yunani “Deon” berarti kewajiban. Etika Deontologi menekankan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan itu bukan dinilai dan diberikan berdasarkan akibatnya atau tujuan baik dari tindakan yang dilakukan melainkan berdasarkan tindakan itu sendirisebagai baik pada diri sendiri. Dengan kata lain, bahwa tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Contoh : suatu tindakan bisnis akan dinilai baik bagi pelakunya, karena tindakan itu sejalan dengan kewajiban pelaku, dalam hal memberikan pelayanan yang baik kepada konsumennya,serta menawarkan barang dan jasa yang mutunya sebanding dengan harganya.

2)      Etika Teologi
Yaitu etika yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang hendak dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibatnya yang ditimbulkan atas tindakan yang dilakukan. Contoh : seorang anak mencuri uang untuk membiayai berobat ibunya yang sedang sakit. Tindakan ini baik untuk moral kemanusiaan, tetapi dari aspek hukum tindakan ini melanggar hukum. Etika teologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan akibatnya suatu tindakan yang bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu. Oleh karena itu, setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja dalam situasi sebagaimana dimaksudkan.

4.      EGOISM
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah "egois".


PERILAKU ETIKA DALAM BISNIS

Etika bisnis adalah suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh para pelaku – pelaku bisnis. Masalah etika dan ketaatan pada hukum yang berlaku merupakan dasar yang kokoh yang harus dimiliki oleh pelaku bisnis dan akan menentukan tindakan apa dan perilaku bagaimana yang akan dilakukan dalam bisnisnya. Hal ini juga merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan saja hanya tanggung jawab pelaku bisnis tersebut, sehingga diharapkan akan terwujud situasi dan kondisi bisnis yang sehat dan bermartabat yang pada akhirnya dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

1.      LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ETIKA
Dalam dunia atau lingkungan bisnis, tidak hanya menyangkut hubungan antara pengusaha dengan pengusaha, tetapi mempunya kaitan secara nasional bahkan internasional. Tentu dalam hal ini, untuk mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat, maupun bangsa lain agar tidak hanya satu pihak yang menjalankan etika. Sehingga untuk menghasilkan suatu etika di dalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dan pihak lain tidak perlu pembicaraan yang bersifat global yang mengarah kepada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam perekonomian.

2.      KESALINGKETERGANTUNGAN ANTARA BISNIS DAN MASYARAKAT
Dapat dipahami jika masyarakat secara umum, terutama pada pelaku bisnis agak sulit mengerti hubungan antara bisnis dengan etika karena merupakan sebuah kontradiktif. Akan tetapi, pada kenyataannya pelaku bisnis maupun institusi bisnis yang tidak melakukan kegiatannya sesuai norma, aturan, maupun etika akan mendapatkan citra yang buruk di masyarakat, dan cepat atau lambat akan merugikan perusahaan itu sendiri. Ditambah dengan cepatnya arus informasi sehingga segala bentuki kegiatan yang konotasinya negatif akan cepat menyebar luas.
Bisnis yang dilakukan sesuai dengan aturan, norma, dan etika akan menguntungkan perusahaan itu sendiri maupun masyarakat luas. Karena citra perusahaan yang baik, seperti memiliki good governance adalah citra perusahaan yang penting baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.


3.      KEPEDULIAN PELAKU BISNIS TERHADAP ETIKA
Dalam berbisnis tidak semua pelaku bisnis menyadari apa dampak ekonomi dan sosial dari apa yang mereka lakukan. Apalagi yang bersifat dampak tidak langsung lebih tidak disadari lagi. Oleh karena itu pelaku bisnis harus peduli terhadap etika karena etika itu sangat penting. Tindakan dianggap beretika apabila pihak satu dengan pihak lainnya saling timbal balik dan beritikad baik. Bisa jadi saling menguntungkan satu sama lainnya.
Ada hal – hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan etika bisnis, yaitu :
1)      Pengendalian diri.
2)      Pengembangan tanggung jawab sosial perusahaan.
3)      Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang – ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi.
4)      Menciptakan persaingan yang sehat.
5)      Menerapkan konsep “ pembangunan berkelanjutan “
6)      Menghindari sifat KKN ( Kolusi, Korupsi, Nepotisme ) yang merusak tatanan moral, dll.


4.      PERKEMBANGAN DALAM ETIKA BISNIS
Seiring dengan adanya globalisasi, maka dunia bisnis pun mau tidak mau harus mengikuti keadaan ini. Oleh karena itu, perusahaan yang melakukan aktivitas bisnisnya tentu harus mengikuti norma – norma dan aturan yang berlaku pada zaman sekarang. Kegiatan bisnis penuh dengan pasang surut, siasat, taktik maupun cara – cara strategis dan bahkan saling jegal antarpesaing sering kali terjadi.
Untuk mengetahui etika bisnis secara terperinci, maka berikut perkembangannya ( Bertens, 2000 ) :
1)      Zaman Prasejarah
Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf – filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2)      Masa Peralihan, pada 1960-an
Dimulainya pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat ( AS ), revolusi mahasiswa ( di Ibukota Perancis ), penolakan terhadap establishment ( kemapanan ). Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan, khususnya bidang ilmu manajemen, yaitu dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and Society. Topik masalah yang paling sering dibahas adalah corporate social responsibility.
3)      Etika Bisnis lahir di Amerika Serikat pada 1970-an
Yang mana sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah – masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis di Amerika Serikat pada saat itu.
4)      Etika Bisnis meluas ke Eropa tahun 1980-an di Eropa Barat
Etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira – kira 10 tahun kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network ( EBEN ).

5.      ETIKA BISNIS DAN AKUNTANSI
Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Etika di Bidang Akuntansi dan Keuangan. Fungsi akuntansi merupakan komponen yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan demikian kejujuran, integritas, dan akurasi dalam melakukan kegiatan akuntansi merupakan syarat mutlak yang harus diterapkan oleh fungsi akuntansi. Salah satu praktik akuntansi yang dianggap tidak etis misalnya penyusunan laporan keuangan yang berbeda untuk berbagai pihak yang berbeda dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan laporan keuangan seperti itu. Dalam realita kegiatan bisnis sering kali ditemukan perusahaan yang menyusun laporan keuangan yang berbeda untuk pihak-pihak yang berbeda. Ada laporan keuangan internal perusahaan, laporan keuangan untuk bank, dan laporan keuangan untuk kantor pajak. Dengan melakukan praktik ini, bagian akuntansi perusahaan secara sengaja memanipulasi data dengan tujuan memperoleh keuntungan dari penyusunan laporan palsu tersebut.


KESIMPULAN
Etika sering sekali kita dengar dalam kehidupan sehari – sehari yang berarti sikap atau perilaku. Banyak pengertian etika dari para ahli salah satunya dari Magnis Suseno, ( 1987 ) Etika adalah sebuah ilmu dan bukan ajaran, yang menurutnya adalah etika dalam pengertian kedua. Sebagai ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam kedua ini mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu harus dilaksanakan dalam situasi konkret tertentu yang dihadapi seseorang.
Dalam berbisnis pun adanya etika sangat penting, walaupun etika tidak memiliki sanksi yang jelas dan bahkan sering etika tidak begitu diperhatikan tetapi kalau setiap pelaku bisnis memperhatikan etika maka pihak satu dengan pihak lainnya akan saling menguntungkan. Perusahaan yang baik pun adalah perusahaan yang beretika karena mentaati aturan – aturan dalam perusahaan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Arijanto, Agus, 2011. Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis. Penerbit PT. RajaGrafindo
Persada, Jakarta.
            Jusuf, Amir Abadi. 1997. Auditing. Penerbit Salemba Empat.


Sunday, June 7, 2015

LEARNING ENGLISH



NAMA                        : ZALIA ANISSA DIWANTY
NPM                           : 28212008
KELAS                       : 3EB22
MATA KULIAH       : BAHASA INGGRIS BISNIS 2 ( SOFTSKILL )

LEARNING ENGLISH
In this modern era of English is an international language that must be learned. Why? Because the English language easier for us to get a job in the company in the country and abroad (foreign). Besides it easier for us to communicate with strangers when we are on holiday abroad.
Now many language schools provide English lessons, because the English language, including an important lesson in school either elementary school, junior high, high school and college or university. Starting from children - children who are already working adults up to follow the course of the English language.
To learn the English language does not have to incur huge costs to follow the course but we can learn on their own. Simply buy a dictionary and a book about the English language we need. If we learn to own it should also be diligently studied. The main thing is there must be intent and willingness to learn the English language.
In learning English much we have to learn starting from the formula, the meaning or translation of the word, the correct pronunciation of every word each - each, a conversation using English and others. So it is not easy to learn English and take time to understand all the lessons of English.
My experience of learning English starting from elementary school to college more processes. Because during elementary school to junior high school could only understand a little. And during high school to college is tolerable can understand the sentence - the sentence if the sentence is to use English.
Although I do not quite memorized the meaning of the word that is formulated and so could not pronounce English words properly. I always try to read English books, listen to English songs, trying to open the formula if I do not understand the meaning of the word. And until now I always try to be able to speak English is good and true.

EAT JUNK FOOD



NAMA                        : ZALIA ANISSA DIWANTY
NPM                           : 28212008
KELAS                       : 3EB22
MATA KULIAH       : BAHASA INGGRIS BISNIS 2 ( SOFTSKILL )

EAT JUNK FOOD

I would choose a topic that is fast food. Why I chose this topic because many important things that should readers know about this food. Making the fast food instant indeed but the impact on health is not good. Fast food also has advantages and disadvantages. One fast food that I will discuss is Hamburger.
Junk food is the food very tasty, tasty and fun to eat, but the food is not healthy because it has little nutritional content. If too often consume junk food will be detrimental to health. Sense of unease generated in these foods can be used materials - chemicals that are dangerous. It is very tasty when eaten but it will make us suffer in the future.
Because the food I chose was Hamburger. So I'll let the material - material and weave. Materials - materials that I choose is the materials that is simple and easy to obtain as it is in the market or in the supermarket. So even how to make a very simple that can be made by everyone.
Material that I use to make a hamburger is a hamburger buns, beef or chicken, vegetables such as lettuce, cucumbers, tomatoes, onions. As well as margarine, egg and sauce. Hamburger can also be used as food supplies for our family. In order to keep fresh vegetables, place the sauce in a separate container, and placed in a new hamburger will when consumed. Good luck this hamburger recipe.
Namely how to make a simple toasted bread with margarine smeared taste, fried beef or chicken, fried egg, wash all the vegetables. Once the bread is ready put all the vegetables and then enter the desired meat, for example beef or chicken, enter the egg and then give the sauce and hamburger was so.
Excess junk food that I discuss is twofold :
1.      Save time and practical.
In modern times, fast food has become the most common menu options chosen, especially by those who are busy with work. No time and did not want to bother the main reason why most people prefer to buy fast food than cooking in the kitchen. Or choose a restaurant that provides a menu of healthy fast food like burger with whole wheat bread, low-fat meat and lots of vegetables. Or also can make their own lunch consisting of foods that are boiled.
Burger or, for example, seems to be the best alternative when someone had just got home from work at night. Compared with the cooking that requires more time and need to go to the supermarket to buy food ingredients, which has ordered the burger did not have to wait long to eat.
2.      Cost-saving.
A person who lives alone in an apartment / dorm / home tend to choose to eat fast food rather than food cooked in the kitchen. Why? Because fast food is cheaper when compared to foodstuffs sold in supermarkets. Certain types of fast food such as hamburgers is a fast food type of value is very affordable.
Indeed, in this modern era, it is a lifestyle most people everyday spent working so eating becomes difficult to set up, it triggers a lot of people who choose junk food or fast food as the menu.
Some disadvantages of junk food among others :
Contains a lot of fat. Fat is very harmful for the body because the fat will have the potential to make the body will experience a prolonged obesity. Obesity is a major trigger of heart problems and also some other significant health problems.
Junk food turned out to contain salt , fat and calories are high , including 70% of cholesterol and contains little fiber that is very much needed by the body . In addition to the low nutritional content , junk food also contains preservatives and adictif substances that make us hooked.
Fast food contains a lot of fat, sodium, and sugar that has been shown to decrease bone density. Additionally, junk food is not nutritionally balanced because the cooking process can not be controlled. Fast food can also contain a lot of bacteria that cause disease due to storage or processing that is not hygienic.
Many high fat found in junk food are also influential to increase the risk of cancer, particularly breast and colon cancer. Junk food also contain sufficient animal protein 'rich', it can cause delays in the absorption of calcium in the body. This condition can occur quickly stimulate osteoporosis.
Consuming junk food generally in line with the soda or cola as a drink. Sodas and colas contain a lot of phosphorus, minerals that would form the acid in the body. Research has found that phosphorus can interfere with the ability of the bones to absorb calcium. A study published in the Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine showed that adolescent girls who drink a lot of soda at higher risk of fractures and osteoporosis.
That's advantages and disadvantages of fast food. Before it's too late is better to reduce fast food and prefer a healthy diet by eating more vegetables, fruits - fresh fruits and healthy instead of junk food. If you want fast food try the salad as a salad made of fresh vegetables.

Source             :